Tips Komunikasi ala Fasilitator dan Trainer

Tips Komunikasi ala Fasilitator dan Trainer – Menjadi seorang Fasilitator atau Trainer  tentu saja bukan hal yang mudah. Fasilitator atau Trainer bukanlah guru, bukan pelatih dan bukan ahli. Menjadi seorang Fasilitator atau Trainer adalah orang yang memiliki keterampilan mendengar dan bekomunikasi dengan baik, serta dapat memimpin dan memandu orang menggunakan serangkaian materi pembelajaran demi memastikan mereka memperoleh manfaat maksimal dari materi bersangkutan, memperoleh manfaat dari pengetahuan satu sama lain. Trainer seperti yang sudah kita kenal adalah orang yang menyuguhkan training atau aktivitas pelatihan pelatihan.

Komunikasi Fasilitator Outbound

Bila kita lihat dari nama nama yang sering muncul dalam beberapa pelatihan.

Trainer : orang yang menjadi master dari proses pembelajaran, atau sering juga disebut dengan narasumber dalam kegiatan pelatihan.

Co-Trainer : orang yang bertugas membantu trainer, menyiapkan bahan, mengisi ice breaking, menjadi timer atau memfasilitasi seorang trainer dalam kegiatan atau aktivitas pelatihan.

Nama Fasilitator lebih sering muncul dalam kegiatan Outbond.

Fasilitator adalah orang yang memfasilitasi aktivitas outbond.  Perlu kita pahami dahulu bahwa Fasilitator dan Trainer adalah sebutan untuk orang orang yang melakukan aktivitas tersebut. Namun dari segi aktivitasnya lebih kita kenal dengan Facilitating dan Training. Selain itu, kita juga tidak asing mendengar  mentoring dan coaching. Dalam praktiknya, metode-metode itu sudah saling tumpang tindih karena masing-masing telah belajar dari sesamanya dan saling tukar menukar teknik teknik pengajaran. Lalu apakah perbedaan diantara metode-metode tersebut.

Mentoring

Mentoring itu biasanya menjadi penasihat atau guru. Biasanya lebih berbentuk khusus pada satu bidang saja. Dapat diakatakan layaknya seperti guru private. Aktivitas mentoring ini mengedepankan pada hal yang bersifat khusus dalam hal pengajaran, cenderung one on one (personal). Mentor ini cenderung memberikan masukan atau pengajaran berdasarkan hal hal yang sebelumnya sudah mereka berhasil capai atau lalui. Bentuk mentoring sendiri lebih banyak seperti sharing berdasarkan pengalaman dan hal yang sudah terjadi.

Teaching

Menyampaikan pengetahuan dan keterampilan : menyediakan pengetahuan; menyiapkan kondisi untuk aksi atau sikap tertentu. Proses Teaching biasanya bersifat lebih umum, bentuk pengajaran atau transfer ilmu secara menyeluruh. Proses teaching cenderung memberikan masukan atau pengajaran berdasarkan hal hal atau keilmuan yang sudah ada.

Training

Melatih orang tentang suatu subjek atau suatu bidang hal keilmuan. Dalam aktivitas training sangat lah diperlukan seorang trainer yang ahli dalam bidang atau subjek tersebut. Proses Training sendiri harus benar – benar ditangani berdasarkan keahlian bidang tertentu.

Coaching

Biasanya berdasar hubungan one-on-one dimana coach membantu seseorang untuk fokus agar mencapai tujuan-tujuannya lebih cepat daripada orang itu berusaha sendiri. Coach adalah orang yang ahli dalam memfasilitasi pencapaian tujuan dan proses perkembangan diri dari orang yang diajarkan. Seorang coach tidak perlu benar benar ahli dalam bidang yang di-coach-nya. Yang terpenting dari seorang coach  adalah membantu dan menyediakan tools dan hal-hal lainnya untuk dapat membantu dalam mencapai pencapaian.

Counseling

Mirip dengan coaching, tapi yang menjadi fokus utama bukanlah peningkatan keterampilan, namun lebih kepada kemauan (motivasi/mental/sikap)

Facilitating

Fasilitator berfokus pada pengembangan dan pengelolaan proses yang efektif serta membantu kelompok mencapai hasil yang mereka kehendaki. Fasilitator yang ahli kadang sama sekali tidak mengenal subjek/isu yang menjadi pekerjaan kelompok yang difasilitasi, namun berhasil memfasilitasi kelompok mencapai tujuannya.

 

Steve Davis – Becoming a Learning Facilitator (2004)

Lalu, Bagaimana cara komunikasi seorang fasilitator atau trainer ?

Merancang/mempersiapkan informasi/pesan/gagasan

  1. Tentukan apa subyek pembicaraan yang akan disampaikan? Penyampaian yang jelas tidak butuh waktu lama, rata-rata 20 menit, dengan satu topik terbatas. Sehingga tidak membuat bingung/mengandung banyak informasi.
  2. Tentukan apa kalimat utama yang harus dipahami dan diingat peserta? Pendengar tidak dapat mengingat lebih dari enam butir pokok sekaligus dalam waktu bersamaan. Butir utama ini adalah yang kita harapkan agar sungguh-sungguh diingat peserta. Bahasa sederhana, mudah dipahami bagi orang awam.
  3. Tentukan apa yang kita harapkan dari peserta?

CAMP GROUND

Outbound – Camping – Gathering – Adventure 

+62 813-1074-2403 (Official Marketing) +62 877-7023-4445 (Tri Siswati)